Implemetasi Remedy FSC dan Pemetaan Dampak Sosial Dan Lingkungan Aktivitas Hutan Tanaman Industri Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

RINGKASAN EKSEKUTIF
Dalam beberapa dekade terakhir, bentang alam tersebut mengalami perubahan seiring berkembangnya industri Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp dan kertas. Pemberian izin pengelolaan lahan dalam skala besar telah mengubah kawasan hutan, gambut menjadi areal tanaman monokultur, terutama akasia dan eukaliptus. Berdasarkan dokumen kajian Perkumpulan Rawang, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi atau menjadi pemasok APP Group menguasai sekitar 579.390 hektare atau kurang lebih 30 persen wilayah Kabupaten OKI. Penguasaan ruang tersebut melibatkan PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, dan PT OKI Pulp and Paper.
Perluasan industri HTI tidak hanya mengubah tutupan lahan, tetapi juga memengaruhi hubungan masyarakat dengan tanah dan sumber daya alam yang selama ini mereka kelola. Dalam banyak kasus, pemberian izin perusahaan didasarkan pada batas legal dan administratif yang tidak sepenuhnya mempertimbangkan sejarah penguasaan, kepemilikan, serta hak akses masyarakat. Akibatnya, muncul tumpang tindih antara wilayah izin perusahaan dengan kebun, gambut, sungai, wilayah tangkap ikan, dan lahan kelola tradisional masyarakat. Kondisi tersebut kemudian berkembang menjadi konflik agraria yang mencakup konflik penguasaan tanah, pembatasan akses, kehilangan sumber penghidupan, serta perubahan sosial dan lingkungan.
Salah satu wilayah yang mengalami persoalan tersebut adalah Desa Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan. Sebagian besar wilayah desa ini merupakan kawasan gambut yang sejak lama dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian padi sonor, perikanan rawa, perkebunan karet, pengambilan kayu dan hasil hutan bukan kayu, serta budidaya burung walet. Bagi masyarakat Lebung Itam, Rawang (gambut) bukan hanya lahan produksi, tetapi juga ruang hidup, sumber pangan, tempat pewarisan pengetahuan, dan bagian dari identitas sosial budaya masyarakat.

LINK DOWNLOAD : https://drive.google.com/file/d/1Wd3gksx3y5iE6V3ou7cJ_4M3jm2_sn5n/view?usp=sharing

Suara Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *