Analisis Konflik, Dampak Sosial dan Lingkungan dari Aktivitas APP Group di Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

RINGKASAN EKSEKUTIF

Ekspansi masif APP Group di Ogan Komering Ilir melalui PT OKI Pulp and Paper dan mitra pemasoknya telah menguasai lahan seluas 579.390 hektar, atau setara 30% wilayah kabupaten OKI, telah memicu krisis ekologis dan sosial yang mendalam bagi masyarakat lokal yang terus berlangsung selama bertahun-tahun. Kehadiran korporasi ini mempercepat deforestasi pada ekosistem esensial seperti gambut dan mangrove, serta memicu konflik agraria kronis di desa sekitar akibat perampasan hak kelola lahan secara sepihak. Temuan lapangan mengungkap dampak masif mulai dari bencana asap tahunan yang memicu penyakit ISPA, terganggunya aktivitas hingga pencemaran air yang melumpuhkan sumber ekonomi masyarakat lokal. Di tengah beban tanggung jawab pemulihan pasca diputusnya hubungan oleh FSC sejak 2007, momentum Remedy FSC kini menjadi peluang krusial bagi warga terdampak untuk menuntut akuntabilitas dan kompensasi yang adil.
Kajian atau laporan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi bagaimana konflik, dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat lokal yang terus terjadi di desa-desa sekitar konsesi perkebunan HTI APP Group. Kajian ini juga bisa digunakan sebagai salah satu acuan akademis untuk memperjuangkan hak masyarakat lokal dan kelompok marginal atas aktivitas korporasi yang merugikan serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengetahuan, persetujuan, keterlibatan, dan manfaat setiap pengelolaan sumberdaya alam untuk masyarakat.

LINK DOWNLOAD : https://drive.google.com/file/d/1ffIVsjtyrkqX4rzTO0-lqsz_NzScNS2n/view?usp=sharing

Suara Komunitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *